INDRAMAYU, JUMAT — Menanggapi tuntutan ulama Indramayu, akhirnya Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau Yance meminta maaf kepada masyarakat Indramayu dan umat Muslim. Dia mengakui, iklan yang terpasang di media cetak lokal pertengahan bulan Januari itu merupakan kesalahan dan bentuk ketidakhati-hatiannya.
Ditemui di kantornya, Pendapa Indramayu, Jumat (13/2) siang, Yance menemui para wartawan yang ingin meminta tanggapannya tentang kasus iklan yang dianggap menistakan Islam. Secara tulus, bupati dua periode ini meminta maaf kepada masyarakat Indramayu, melalui pihak media massa.
Dia menegaskan tidak ada maksud apa pun dari iklan yang termuat di sejumlah media cetak lokal Jawa Barat. Sebab, pemasangan iklan ditujukan hanya memberi ucapan selamat atas prestasinya memperoleh Peniti Emas dari Departemen Agama. Dalihnya, iklan yang juga menampilkan foto Yance bersama Jusuf Kalla merupakan atas nama Partai Golkar bukan mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
"Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf. Saya ini manusia biasa, bukan malaikat atausuperman. Pasti ada kesalahan dan kekurangannya. Saya siap bertanggung jawab. Bahkan, jika rakyat menghendaki, saya siap turun (jabatan). Jangankan bulan depan, hari ini juga saya siap, jika itu kehendak rakyat," ujar Yance.
Adapun isi iklan tanggal 10 Januari 2009 yang dianggap tidak patut itu adalah .., Kami mengajak rakyat Indramayu untuk terus mempercayakan, mendukung, dan memilih pemimpin Indramayu hanya pada kader terbaik Partai Golkar. Sebab, kalau tidak, sesungguhnya kita akan termasuk golongan orang yang mengkhianati Allah, rasul, dan kaum muslimin,...
Yance menjelaskan tidak mengetahui isi iklan sebelum dikirim ke media cetak. Sebab, saat itu dia berada di Jakarta, untuk menerima penghargaan. Namun, dia sempat meminta izin kepada Jusuf Kalla, selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar. Demikian pula ketika kasus ini mencuat, Jusuf Kalla juga telah mendapat penjelasannya melalui pesan singkat (SMS).
"Pak JK (Jusuf Kalla) tanya apa masalahnya, dan menasihati saya supaya hati-hati. Beliau memotivasi saya sebagai kadernya," ujar Yance yang menegaskan bahwa iklan itu menyangkut sebagai kader Partai Golkar, bukan Bupati Indramayu.
Yance mengakui, manuver politiknya yang cenderung berani memang perlu ada yang mengingatkan. Peringatan itu merupakan pengontrol agar dia lebih berhati-hati. "Memang banyak yang tidak berani mengingatkan saya. Tapi dengan (kasus) ini, saya akan ikuti nasihat Pak JK untuk lebih berhati-hati," tambahnya.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2009/02/13/2147265/Bupati.Indramayu.Akhirnya.Minta.Maaf
==========================================================================================
Waduh serem juga nih Partai... kalau tidak didukung bakal menghianati .... aliran baru lagi.. parahhhh..






Posting Komentar