Home » » Pak DR. H. YANCE Tersandung Ke Jabar Satu

Pak DR. H. YANCE Tersandung Ke Jabar Satu

Written By INDONESIA RAYA on Senin, 28 Januari 2013 | 09.57

Indramayu. TAK ada tanda-tanda langit mendung. Udara terasa panas dan pengap. Entah apa yang yang mendorong kegerahan di langit Indramayu cerah, dan lagi hingar bingarnya sebagian kalangan memperbincangkan Jokowi menerjang incumbent Foke yang menang dalam Pilgub Jakarta – DKI Jaya.

Minggu dini hari waktu Indramayu dan Senin siang waktu Jakarta, 17/9/2012 serombongan bus besar sampai di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Rombongan itu bernama Forum Penyelamat Partai Golkar Kabupaten Indramayu di bawah Ketua H. Rohman Syair, Hatta dkk menemui pimpinan DPP P. Golkar di Jakarta.

Forum Penyelamat P. Golkar Kabupaten Indramayu di bawah Ketua delegasi H. Rohman Syair ditemui oleh Syamsul Bahri Ketua Bidang Keorganisasian P. Golkar, ucap Hatta by phone, Kamis, 20/9/2012 pkl. 9.15 WIB.

Tuntutan yang disampaikan oleh Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu antara lain, Kami Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu menolak DR. H, Yance (Irianto MS Syafiuddin) untuk dicalonkan menjadi Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 dari P. Golkar yang kami cintai. Kami Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu menolak calon Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 yang terimdikasi kasus Korupsi, apalagi DR. H. Yance sudah ditetapkan sebagai TERSANGKA oleh Kejagung RI (Kejaksaan Agung RI), dan Kami Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu SETUJU apa yang disampaikan oleh DPP P. Golkar, bahwa pencalonan harus sesuai dengan mekanisme P. Golkar melalui hasil survey yang dilakukan oleh Golkar, apapun hasilnya, sehingga kalau Yance tersebut hasil survey yang dilakukan P. Golkar hasilnya rendah atau jauh dari calon-calon lain yang dimunculkan oleh P. Golkar, maka Yance TIDAK AKAN DICALONKAN menjadi Calon Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 nanti, tegas Hatta yang ikut dalam gerbong Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu.


Umar Sekar Radic Pemerhati Gerakan Politik (Minggu, 23/9/2012) mengatakan, apa yang dilakukan oleh Forum Penyelamat Partai Golkar Kabupaten Indramayu, di bawah Ketua Delegasi H. Rohman Syair tersebut, ditinjau dalam konteks proses politik merupakan sesuatu yang normal dan legal. Maksudnya, menyampaikan tuntutan, yakni menolak Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) untuk dicalonkan menjadi Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 dari Partai Golkar merupakan hal yang rasional manakala hal itu dilandasi oleh sekarung bukti objektif. Maka dari itu Saya mengapresiasi sisi moralitas dan objektivitas yang dilakukan oleh Forum Penyelamat Partai Golkar Kabupaten Indramayu.

Salah satu bukti objektif tersebut, misalnya dilihat dari aspek penerimaan internal Partai Golkar, Yance hanya menduduki peringkat ke-5, yang itu jauh di bawah Nurul Arifin. Makanya, apa yang dilakukan oleh Forum tersebut pada akhirnya mempunyai rujukan kuantitif (keterukuran) yang diharapkan dapat mendorong DPP Partai Golkar untuk mengambil langkah-langkah rasional dan terukur demi kesuksesan Partai Golkar itu sendiri di Pilpres 2014.

Direktur AMIK Purnama Niaga Indramayu menggarisbawahi, munculnya gerakan anti Yance yang berasal dari tubuh internal Golkar sendiri merupakan konsekuensi logis atas sistem kekuasaan yang tidak terdistribusikan dengan baik yang dibangun Yance. Ia lebih suka membangun kekuasaan yang memusat dan otoriter, dan tampaknya kehilangan kepercayaan pada orang lain ditambah lagi kasus-kasus hukum yang menghantuinya. Sehingga wajar ia membangun politik dinasti agar mudah dikontrolnya.

“Saya prediksikan akhir kekuasaan politiknya dihantam oleh orang-orang internalnya, bukan dari para oposisinya. Sebab kekuasaan model demikian tidak menghasilkan loyalis yang idiologis tapi oportunistik. Lihat saja fenomena sekarang, musuh-musuhnya berasal dari yang dulu orang-orang dekatnya sendiri”. ujarnya.

Ditempat terpisah, Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) O’ushj.dialambaqa mengatakan, apa yang disampaikan Forum Penyelamat Partai Golkar Kab. Indramayu yang menjelaskan bahwa persoalan Yance jadi tidaknya dicalonkan sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 nanti berdasarkan hasil survey internal P. Golkar yang obyektif, maka Yance kemungkinan terbesarnya tersungkur, gagal mencalonkan diri dan atau gagal dicalonkan P. Golkar. Menurut sumber internal yang disampaikan Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu, bahwa dikalangan internal P. Golkar saja katanya hasil surveynya hanya menempati urutan ke-5. Jika berdasarkan hasil survey dua lembaga eksternal, Yance juga jauh di bawah Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan, di mana hasil survey bulan Juni 2012 yang dilakukan, Yance hanya di bawah 10%, maka ini menunjukkan tingkat popularitas maupun elektabilitasnya masih sangat rendah, dan jika DPP Golkar mempertaruhkan elektabilitas yang rendah tentu sangat beresiko, tapi namanya politik setiap detik bisa berubah tanpa perlu logika, dan akal sehat.

Jika kemudian DPP Golkar mempertimbangkan masukan-masukan dari Forum Penyelamat P. Golkar Kab. Indramayu yang kemudian mengabulkan tuntutan penolakkan atas pencalonan Yance menjadi calon Gubernur maupun calon Wakil Gubernur, maka Yance jelas menjadi terpelanting, dan tentu DPP Golkar akan mencari pengamanan untuk partainya, sehingga kemungkinan besar Nurul Arifin akan dipertaruhkan menjadi calon Gubernur Jawa Barat karena secara kepartaian, Golkar hasil surveynya masih cukup bagus, karena katanya hasil survey internal P. Golkar, Nurul Arifin menempati posisi teratas, sehingga secara popularitas maupun elektabilitas jauh melebihi Yance. DPP Golkar tentu akan menyelamatkan mukanya, ketimbang ditelanjangi sejarah kepartaiannya.

Lebih jauh Direktur PKSPD mengungkapkan, PKSPD berharap besar DPP tetap percaya diri dan mempercayai kehabatan Yance, sehingga Yance tetap dicalonkan menjadi calon Gubernur Jawa Barat, karena jika Yance terganjal pencalonannya, maka Yance dan para kroni dan para pendukungnya akan mengatakan, banyak orang sentimen, sehingga katanya Yance perlu dihadang pencalonanya. Tentu, akan macam-macam ngomongnya, seperti karena para calon Gubernur lainnya takut kalah dan atau kalangan yang tidak suka dengan Yance berupaya sekuat tenaga mngganjal Yance untuk tidak dicalonkan sebagai calon Gubernur. Maka, PKSPD berharap Yance tetap dicalonkan sebagai calon Gubernur Jawa Barat dari Golkar, sehingga jika kemudian nanti ternyata kalah dan atau perolehan suaranya jauh di bawah calon lainnya dan atau tumbang dalam putaran pertama, maka ini sebagai fakta dan bukti konkret bahwa Yance mempunyai popularitas dan elektabilitas yang sangat rendah di masyarakat Jawa Barat, dan yang tidak kalah penting bagi Litbang P. Golkar adalah sebagai refleksi diri. Dan ini juga sebagai fakta yang tak terbantahkan, atas klaimnya bahwa Yance merupakan tokoh nasional, Yance pemikirannya diakui oleh dunia internasional, dan Yance sebagai tokoh yang cerdas, lugas dan tegas. Yance sosok tokoh propetik. Yance kiprahnya diakui secara nasional dan seterusnya adalah menjadi fakta yang sesungguhnya terbalik.

“Tetapi saya juga menjadi aneh dan tidak mengerti, jika kemudian DR. H. Yance gagal dicalonkan menjadi calon Gubernur Jawa Barat, padahal Yance sudah all out dengan menghalalkan segala cara, termasuk menguras dana BOS dan APBD masing-masing SKPD. All out memobilisasi birokrasi dan PNS, terutama para guru untuk sosialisasi dan kampanye, di mana PNS yang dianggap tidak loyal dan tidak mendukung kemudian dimutasi atau dicopot dari jabatanhya. Yance yang begitu amat sangat luar biasa dengan berbagai acara, mulai acara grebek Yance, Kabayan (Kami Balad Kang Yance), memborong jam tayang setiap hari di RCTV Cirebon. Yance dengan kekuatan birokrasi dan PNSnya sudah dua tahunan secara intensif keberbagai Kota dan Kabupaten diseluruh Jawa Barat. Yance dengan sangat sungguh-sungguh membuat acara mengumpulkan dan mengundang para Ulama, Kiai dan Ustadz se-Jawa Barat, bahkan Yance pun mengunjungi banyak pondok pesantren, dan membentuk berbagai Forum Ulama, Ormas (Organisasi Massa), OKP (Organisasi Kepemudaan) dan komunitas-komunitas lainnya, kemudian jika benar tidak dicalonkan sebagai calon Gubernur Jawa Barat oleh DPP Golkar, maka menjadi aneh.

Jika kemudian benar Yance gagal dicalonkan menjadi calom Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 nanti, pertimbangan DPP Golkar antara lain, apakah karena status Yance menjadi tersangka di Kejaksaan Agung RI hingga kini belum klir atau belum di-SKP2-kan? Apakah karena kasus-karus dugaan korupsi Yance diketahui banyak, seperti di Kejati, Polda, Kejagung dan KPK belum dianggap selesai atau tuntas, sehingga ada keraguan jika kemudian Yance dicalonkan menjadi calon Gubernur maupun Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2013 nanti yang proses dan tahapan pendaftarannya mulai akhir Oktober 2013 sampai Nopember 2012 kemudian Lembaga dan atau para penegak hukum tersebut akan mengangkat kasusnya dan menetapkan Yance menjadi Tersangka yang kemudian akan segera menjadi Terdakwa, maka akan mencoreng muka dan nama baik P. Golkar? Ataukah karena DPP Golkar harus konsekuen dan konsisten dengan mekanisme yang ditetapkannya berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh P. Golkar? Apakah DPP Golkar tidak percaya bahwa semua Lembaga Penegakkan Hukum bisa diatur dan bisa beres, yang selama ini bisa dibuktikan sebagai orang yang kebal hukum, sekalipun Kejagung ketika didemo mengatakan, bahwa Kejagung tidak takut sekalipun Yance bekingnya Ulama dan Malaikat tapi benar bahwa faktanya Kejagung lumpuh total? Ataukah karena sebab alasan lain, di mana publik hanya bisa berspekulatif dalam memberikan analisis berdasarkan berbagai kemungkinan asumsi semata?. Tidak percayakan sama Yance bahwa persoalan hukum semuanya sudah beres. Tidakkah percaya DPP P. Golkar sama Pak Yance? Sungguh keterlauan”, papar Direktur PKSPD.**Tim KJ 1001***.

Sumber : http://www.koranjurnalpkspd.com/read.php?id=348
===========================================================================================

Angin Ribut Di Internal Sendiri Parah.....
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INDONESIA RAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger